Thomas Tuchel Benahi Chelsea dengan Cara Tak Terduga

Thomas Tuchel Benahi Chelsea dengan Cara Tak Terduga

Gilabola.com – Thomas Tuchel telah menepati janji awalnya untuk memperbaiki Chelsea dengan cara yang tidak terduga.

Pelatih berusia 47 tahun itu mengatakan banyak hal secara blak-blakan dan itu membuatnya terkesan ceroboh dalam menyampaikan informasi kepada wartawan. Misalnya, analisis yang ia sampaikan usai laga agak memberatkan terkait situasi yang dialami Callum Hudson-Odoi dalam laga melawan Southampton.

Namun, Tuchel yang seolah tak punya filter saat berbincang dengan media, tetap untung. Dia bisa menyampaikan wawasan yang nyata dan, terkadang, mengetahui apa yang terjadi di balik layar di Stamford Bridge.

Misalnya, komentarnya tentang cara meningkatkan skor para pemainnya. Pertanyaan tersebut ditujukan khusus kepada Kepa Arrizabalaga, tetapi Thomas Tuchel berhasil menggambarkannya dengan jelas.

Berita terbaru:
Thomas Tuchel Memperbaiki Chelsea dengan Cara yang Tidak Terduga
Maurizio Sarri Dipertimbangkan Kembali oleh Napoli
Salah Disarankan Lanjutkan Karir di Bundesliga
Inter Milan Tawarkan Brozovic ke Manchester United Untuk Pemain Ini

“Tidak masalah jika kita menandatanganinya dengan jumlah uang yang tidak masuk akal, atau jika mereka berasal dari akademi, atau jika mereka gratis. Kami hanya bertugas mendorong setiap pemain hingga batasnya, itu yang terpenting, "ucap pelatih asal Jerman itu, seperti dilansir Football. London.

"Kami sangat egois, kenapa? Karena, kami ingin pemain kami dalam kondisi terbaiknya di lapangan. Selain itu, tentunya klub juga ingin mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai pasarnya," tambahnya.

"Tapi bagi saya, kami ingin mempertahankan performa terbaik para pemain kami dan kami ingin persaingan di semua posisi," kata Thomas Tuchel, yang sebelumnya melatih PSG.

Berhasil Melindungi Nilai Sejumlah Pemain

Hingga saat ini, Tuchel baru bersama skuad Chelsea selama satu bulan. Tapi tidak diragukan lagi dia telah melakukan banyak perlindungan terhadap nilai beberapa pemain skuat utama.

Antonio Rudiger, misalnya, telah berubah dari starter sporadis menjadi The Blues & # 39; pemain pilihan pertama. Begitu juga dengan Jorginho.

Bersama Thomas Tuchel, performa Timo Werner pun langsung membaik dan ia tampil lebih sebagai striker yang mahir meneror lini belakang, seperti yang dilakukannya di Bundesliga musim lalu.

Tuchel datang, kedua pemain ini paling diuntungkan

Bahkan Kepa kini sudah berhasil bangkit. Chelsea mungkin tidak akan pernah – kecuali terjadi sesuatu yang aneh, mendapatkan kembali dana besar yang mereka bayarkan ke Athletic Bilbao pada 2018.

Baca:  Update Chelsea 12 September: Jadwal, Berita Tim, Transfer, Daftar Cedera

Namun, clean sheet yang ia pertahankan dalam dua laga berturut-turut, yakni pada laga melawan Barnsley dan Newcastle United, setidaknya menjadi catatan bahwa tidak ada yang kalah di gawang berusia 26 tahun tersebut.

Namun, ada pemain lain yang juga paling diuntungkan dengan kedatangan Thomas Tuchel, yakni Andreas Christensen. Pemain internasional Denmark telah bersama The Blues selama hampir sembilan tahun, datang dari klub Brondby ketika dia berusia 15 tahun.

Bakatnya nyata, Christensen adalah bek yang elegan yang bahkan bisa masuk ke lini tengah dengan penguasaan bola.

Ia dipuji oleh legenda The Blues, John Terry, yang bahkan yakin Christensen akan menjadi pemain yang akan menggantikan perannya di klub London Barat tersebut.

Setelah dipinjamkan ke Borussia Monchengladbach selama dua musim, di mana Christensen menarik perhatian Pep Guardiola, dia kemudian kembali ke Stamford Bridge dan memenuhi permintaan Terry untuk sebagian besar musim 2017/18 – jauh sebelum Chelsea diambil alih. oleh Thomas Tuchel.

Christensen diandalkan di tengah-tengah tiga bek andalan Antonio Conte, hingga ia tampil gemilang dan The Blues tampak yakin punya bek tangguh yang bakal mereka andalkan di tahun-tahun mendatang.

Namun, kepergian Conte berdampak besar pada karier Christensen, karena Maurizio Sarri yang menjadi penggantinya lebih memilih memainkan empat bek di belakang, seperti yang dilakukan Frank Lampard. Sistem ini tidak mendukung Christensen untuk menampilkan yang terbaik di lapangan.

Masuk mendadak Thomas Tuchel bulan lalu seakan memberi peluang besar bagi Christensen untuk kembali menjadi andalan The Blues, meski namanya tidak dimasukkan dalam laga perdana Tuchel. Cedera yang dialami Thiago Silva juga sangat membuka pintu bagi Christensen untuk kembali menunjukkan performa gemilangnya di lapangan.

Dia menggantikan bek veteran Brasil di paruh pertama pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada 4 Februari, dan sejak itu bermain di empat pemain The Blues & # 39; lima pertandingan.

Christensen tampil mengesankan, dengan tidak ada lawan yang berhasil menemukan bagian belakang The Blues bulan ini ketika ia bermain di tengah pertahanan tiga pemain. Ia tampil kalem dan tidak takut dengan tantangan fisik dari pemain lawan, seperti yang ditunjukkan pemain sekaliber dunia seperti Oli McBurnie dan Luis Suarez.